Posted by evancornelius on August 25, 2007
Dear All,
Beberapa waktu yang lalu saya secara tidak sengaja menemukan suatu website yang menawarkan bisnis “Meraup Dollar Dengan Gratis” terus terang saya sih cuma iseng2 saja register dan menjalankan situs ini…Tapi kalau ada dari saudara2 sekalian yang tertarik untuk mengikiti bisnis ini tidak ada salahnya silakan saja daftar dan ikuti petunjuknya dengan meng-klik link yang ada di bagian bawah post ini.
O iya…deskripsi atau promosi di Website Indonesianya adalah sbb:
_________________________________________________
Dapat Dollar tapi 100% GRATIS?
ANDA TIDAK PERCAYA?
itu hak Anda, Tapi ini buktinya
Maukah Anda mengetahui rahasia mendapatkan US$ 50 dalam waktu sehari atau US$ 2.000 dalam waktu 1 bulan hanya dengan bekerja 5 menit sehari tanpa modal sama sekali. Program ini diberikan GRATIS.
Program ini BUKAN MLM, BUKAN MONEY GAMES, BUKAN ARISAN BERANTAI, BUKAN PAID EMAIL, BUKAN AUTOSURF.
Kami akan mengenalkan program baru. Program ini adalah murni usaha Anda. Dimana program ini tidak akan menguras kantong Anda sepeserpun, namun bisa menghasilkan hingga US$ 50 dalam 1 hari. Anda tidak percaya? Baca dulu penjelasan saya ini.
Apa yang Anda cari selama ini sudah ditemukan? Mendapatkan penghasilan tambahan dalam kurs US$, tanpa perlu memerlukan modal uang sama sekali. Usaha ini hanya perlu dijalankan dengan cara yang amat sangat mudah. Hanya memerlukan koneksi internet dari mana saja, dan hanya akan menghabiskan 5 menit saja setiap harinya. Tanpa perlu mengganggu pekerjaan rutin Anda, hanya sebagai pekerjaan sambilan saja. Dengan begitu, Anda yang akan menentukan nasib Anda sendiri. Kesempatan ini hanya akan datang sekali seumur hidup Anda. Apakah Anda akan mengambil peluang ini atau tidak, itu semua terserah Anda.
__________________________________________________________________________________________
Kalau Anda tertarik silakan Klik di link ini: Pasarbisnis
Selamat Mencoba…
Regards,
Evan C L
Posted in Business & Marketing | Leave a Comment »
Posted by evancornelius on August 9, 2007
Semakin lama saya berada di dunia ini samakin saya sadar bahwa ke-rendahan hati itu menjadi faktor yang sangat penting dalam hidup kita dan juga menjadi faktor penentu cepat atau lambatnya proses pendewasaan kita.
Mengapa demikian?
Karena orang yang tinggi hati tidak akan pernah memahami konsep bahwa “Di atasnya langit masih ada langit lagi”.
Sedangkan orang yang rendah hati akan senantiasa bisa memaklumi keadaan (baik dirinya sendiri ataupun orang lain) memaklumi keadaan bukan berarti menyerah pada keadaan akan tetapi belajar dari keadaan yang sedang dialami untuk menjadi lebih baik lagi.
Orang yang tinggi hati akan merasa dialah yang paling “super” dalam hal segalanya dan cenderung untuk meremehkan orang lain, hal ini tidak akan menyelesaikan masalah karena orang-orang yang berada di sekitarnya pun akan malas untuk bergaul dengan orang “super” seperti itu
Orang yang rendah hati, dia akan selalu merasa kurang…kurang…dan kurang terus, oleh karenanya dia akan senantisa untuk belajar dari orang lain dan tidak malu untuk melakukan hal itu.
Firman Tuhan mengatakan bahwa (ini kurang lebih ya…) “Siapa yang meninggikan diri akan direndahkan, dan siapa yang merendahkan diri akan ditinggikan”. Lalu juga dikatakan bahwa “Apa yang kita ukurkan kepada sesama, itu juga yang akan diukurkan ke kita” so…kalau kita melihat orang lain dengan sebelah mata dan meremehkan…maka suatu saat kita juga akan mengalami hal sama seperti itu…
Marilah kita semua belajar untuk rendah hati dan memaklumkan (tapi bukan menerima keadan begitu saja), dan semuanya akan butuh proses yang tidak mudah, tapi bukan berarti tidak bisa.
Semangat untuk hari ini!
Posted in My Shout Out | Leave a Comment »
Posted by evancornelius on June 22, 2007
Dear all,
Setiap malam pada saat pulang kantor di perempatan Senen (Jakarta) seperti biasa saya melihat banyak anak kecil yang berkeliaran di lampu merah tersebut (ada yang ngamen, ngemis, jualan, dll…). Saya terpukau pada 1 anak kecil laki2 yang kira2 berumur sekitar 8-9 tahun yang menjajakan “koran basi” atau koran yang semestinya dijual pada pagi tadi. Anak kecil ini sedemikian giatnya mendatangi mobil per mobil untuk menjajakan koran dagangannya, tetapi kebanyakan tidak membeli (tentu saja, karena koran yang di jual adalah “koran basi”).
Tetapi masalah “koran basi” itu bukanlah masalah utamanya di sini. Melainkan anak kecil tersebut telah mengajari kita untuk tetap memiliki iman dan percaya dalam melakukan segala sesuatu…TERBUKTI…masih ada saja orang yang mau membeli “koran basi” tersebut…dan anak kecil itu hampir setiap malam berjualan di sana…berarti ini menandakan ada “market” di sana… Saya teringat dengan sebuah tagline iklan rokok di televisi yang akhir2 ini juga sering di dengungkan oleh teman2 di kantor saya…bunyinya: “MASIH ADA CELAH KOK NYERAH…” (kalau tidak salah seperti itu bunyinya…)
Kita bisa belajar dari siapapun termasuk penjual koran tersebut…
Regards,
Evan C L
Posted in Renungan | Leave a Comment »
Posted by evancornelius on June 18, 2007
Look into my eyes – you will see
What you mean to me
Search your heart – search your soul
And when you find me there you’ll search no more
Don’t tell me it’s not worth tryin’ for
You can’t tell me it’s not worth dyin’ for
You know it’s true
Everything I do – I do it for you
Look into your heart – you will find
There’s nothin’ there to hide
Take me as I am – take my life
I would give it all – I would sacrifice
Don’t tell me it’s not worth fightin’ for
I can’t help it – there’s nothin’ I want more
Ya know it’s true
Everything I do – I do it for you
There’s no love – like your love
And no other – could give more love
There’s nowhere – unless you’re there
All the time – all the way
Oh – you can’t tell me it’s not worth tryin’ for
I can’t help it – there’s nothin’ I want more
I would fight for you – I’d lie for you
Walk the wire for you – ya I’d die for you
Ya know it’s true
Everything I do – I do it for you
(By: Bryan Adams)
Posted in General Lyrics | Leave a Comment »
Posted by evancornelius on June 18, 2007
We were strangers starting out on our journey
Never dreaming what we’d have to go through
Now here we are and I’m suddenly standing
At the beginning with you
No one told me I was going to find you
Unexpected what you did to my heart
When I lost hope you were there to remind me
This is the start
(chorus)
And Life is a road and I want to keep going
Love is a river I want to keep flowing
Life is a road now and forever
A Wonderful journey
I’ll be there when the world stops turning
I’ll be there whenthe storm is through
In the end I wanna be standing
At the beginning with you
We were strangers on a crazy adventure
Never dreaming how our dreams would come true
Now here we stand unafraid of the future
At the beginning with you
(chorus)
I knew there was somebody somewhere
Like me alone in the dark
I know that my dream will live on
I’ve been waiting so long
Nothing’s gonna tear us apart
(chorus)
In the end I wanna be standing at the beginning with you
Posted in General Lyrics | Leave a Comment »
Posted by evancornelius on June 18, 2007
Kita semua mungkin sudah tahu bahwa ada 2 golongan pengemis. Pertama adalah pengemis yang memang benar2 sudah tidak mampu lagi untuk mencari uang lagi dengan cara lainnya (cnth: seperti manula, orang cacat, dsb). Kedua adalah pengemis yang masih bisa mencari kerja yang lain, akan tetapi dia malas dan lebih memilih menjadi seorang pengemis sebagai profesi (cnth: orang2 yang tampak masih muda dan kuat)
Pengemis dan seni “self marketing” sangat jelas hubungannya. Sebagai buktinya, semakin tampak “menderita” seorang pengemis, maka akan semakin banyak uang yang bisa dia dapat.
Sebagai contoh di daerah Jakarta sini kebanyakan orang memberikan Rp. 200,- (koin) kepada pengemis “biasa” (tanpa improvisasi), untuk pengemis yang tampak “sangat menderita” mereka bisa menerima Rp. 500 sampai dengan Rp. 1000 dari pengendara mobil yang kasihan.
Coba kita bermain hitung2an dengan hal tersebut:
Untuk pengemis “biasa” (tanpa improvisasi), biasanya ciri2 mereka menggunakan pakaian yang sangat sederhana sekali, bisa laki/perempuan semua usia, taruhlah mereka memperoleh Rp. 200,- dari pengendara dan setiap hari ada minimal 200 pengendara saja yang melewati “daerah kekuasaan” pengemis itu maka setiap hari penghasilan dia Rp. 40000/hari kalau kita kalikan 1 bulan (30 hari), maka penghasilan bersih seorang pengemis “biasa” ini sekitar Rp. 1200000/bulan (mencengangkan bukan??) Hampir sama dengan gaji pertama fresh graduate yang belum punya pengalaman kerja.
Tunggu dulu…itu baru untuk pengemis kategori “biasa”…
Sekarang untuk pengemis yang tau teori “self marketing” hehehe…ciri2nya adalah para pengemis yang bisa melakukan improvisasi…mereka bisa tampak sangat “menderita” sekali dan tampak sangat “real” sekali jika kita tidak jeli membedakannya, mereka bisa berdandan seperti orang kusta yang berborok (dengan make up tentunya), orang buntung kaki (sangat2 real tentunya dengan make up juga). Taruhkah karena para pengendara merasa sangat kasihan dengan pengemis impovisasi tersebut, mereka tidak pikir 2 kali untuk memberikan koin Rp. 500 atau bahkan lembaran Rp. 1000 perak. Taruhlah mereka menerima Rp 500,- dari seorang pengendara dan setiap hari ada minimal 200 pengendara saja yang melewati “daerah kekuasaan” pengemis itu maka setiap hari penghasilan dia Rp. 100000/hari kalau kita kalikan 1 bulan (30 hari) maka penghasilan bersih seorang pengemis “kreatif” ini adalah sekitar Rp. 3000000/bulan (sungguh suatu angka yang sangat fantastis untuk seorang pengemis, hampir sama dengan penghasilan orang berpendidikan tinggi yang kerja di kantoran)
Dari cerita di atas kita bisa tahu sekarang mengapa jumlah orang yang berprofesi sebagai pengemis semakin lama…semakin banyak….ternyata bukan sekedar karena mereka mencari uang untuk sekedar menyambung hidup, tapi banyak dari mereka yang sudah menjadikan “mengemis” sebagai sebuah profesi yang sangat menjanjikan.
Bagaimana dengan anda? Tertarik?
Best Regards,
Evan Cornelius Lawanto
Posted in Renungan | 2 Comments »